buah kambingSetentangan orang Jepang yang menyantapi sashimi (ikan mentah) yang katanya nikmat, baru masuk telingaku tatkala mulai melapal hidup di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang di Bandung, di mana hal-hal yang berbau kejepangan mulai bergayut-bergelantung di dinding jiwa ini. Sudah barang tentu saat itu muncul perasaan bergidik membayangi makan ikan mentah itu dan tidak ada keinginan untuk mengicapnya, lantaran ianya tidak pernah tersilang berpotong dalam makanan sehari-hariku.

Semasa kuliah itu pernah pula kudengar orang Jepang yang makan daging sapi mentah yang bikin nafsu makanku hilang musnah. Namun, keseringan mendengar makanan mentah tersebut dalam persentuhan budaya yang beda-beda, apalagi sesudah diperlaki wanita sakura, perasaan ngeri dan bergidik itu tidak lagi menggelitik perasaanku yang udik.

Banyak jenis sashimi yang umum dalam masakan Jepang. Di bawah ini dibariskan beberapa jenis sashimi lain beserta daging mentah yang bisa dinikmati. Perlu dicatat, tidak semua makanan tersebut populer di setiap daerah di Negeri Sakura.

Gyusashi 牛刺し: Irisan daging sapi mentah.
Basashi 馬刺し: Irisan daging kuda mentah yang cukup spesial di Provinsi Kumamoto, Nagano, Gifu, dan Toyama.
Torisashi 鶏刺し: Irisan daging dada ayam mentah yang cukup spesial di Provinsi Kagoshima dan Miyagi.
Butasashi 豚刺し: Irisan daging babi mentah.
Yagisashi 山羊刺し: Irisan daging kambing mentah yang cukup spesial di Provinsi Okinawa.
Torisashi 鳥刺し: Irisan daging ayam mentah.
Rebasashi レバ刺し: Irisan hati sapi mentah.
Ikizukuri 活き造り: Ikan hidup disiangi cepat, dipotong-potong, dan lantas disusun lagi di atas nampan khusus dengan menyertai kepala + ekornya. Ikan yang masih bernyawa bergelinjangan tersebut kelihatan lebih segar (katanya).
Odorigui 踊り食い: Hal menyantap hidup-hidup ikan kecil.

Makan larva lebah mentah-mentah, yang masih berupa ulat, di daerah pedalaman Provinsi Nagano dan Provinsi Yamanashi mengingatku pada saudara kita di pedalaman Papua yang pula menikmati ulat besar mentah-mentah yang diperoleh dari dalam pohon yang sudah lama tumbang. Protein yang banyak terkandung dalam ulat tersebut pastilah diperlukan amat oleh batang tubuhnya.

Sewaktu bertandang ke provinsi paling selatan di Jepang, Okinawa, lebih dari 30 tahun yang silam, yang kuketahui adalah mereka sangat doyan menyantap babi dengan berbagai jenis masakan. Lama sesudah itu baru kuketahui bahwa orang di sana juga menyantap kambing yang dimasak, daging kambing mentah, bahkan buah kambing mentah. Kalau berkunjung ke Tokyo, yang berminat mencoba masakan begitu bisa mampir di Restoran Little Okinawa (Ritoru Okinawa).

Seandainya Tuhan melahirkan kita di Provinsi Okinawa, boleh jadi tidak muncul perasaan risi, ngeri, atau jijik disuguhi makanan buah kambing mentah, tempat bersemayamnya jutaan sel sperma kambing itu. Di mana kita dibesarkan, ilmu dan pengalaman hidup yang kita dapatkan, berpengaruh amat besar dalam menempa indera dan dari tataran ini menjauhkan kita dari saudara sedunia yang diberkahi jalan hidup yang beda.

Sewaktu ibuku berkunjung ke Jepang, selalu saja daya sentrifugal bekerja yang membuat ia menjauh dari daging babi yang dipajang berderetan dengan daging sapi. Wajahnya yang berkerinyut-kerinyut mewakili suasana hatinya yang carut marut menengok daging babi yang diharamkan oleh agamanya. Hal yang sama pasti juga dirasakan oleh saudara kita yang beragama Hindu menengok sapi, binatangnya yang suci, disantap oleh penganut lain saban hari. Andai Tuhan melahirkan ibuku di Provinsi Okinawa, mungkin sumringah dia menikmati kambing mentah dan babi mentah.

Iklan